Jumat, 04 Maret 2011

facebook atau fakebook (pernyataan bukan pertanyaan)


Sudah hampir 5 jam Facebookan. Akhirnya saya sedikit bosan untuk berpikir lalu update status: kaka Google bisa menerjemahkan lbh dri 50 bahasa tapi tdk akan bisa menerjemahkan or mengartikan bahasa Diam ke bahasa Indonesia. saya juga. untuk itulah Qta perlu bicara. i know u never leave.
hope everythin will b allryt.... JCn3MU”
Bukan tanpa tujuan saya menulis hal itu. Saya sedang memikirkan seseorang dan saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah berpikir bahwa semuanya akan baik-baik saya. kata-kata penguatan untuk diri sendiri tepatnya. Tapi mengapa saya berbicara di facebook?
Mungkin bisa berbagi tanpa terlihat, berteriak tanpa suara, lepas tanpa harus hilang, sedih tanpa kusut. Bebas mengekspresikan kata dan rasa. Bebas tersenyum dalam gelap, bebas menatap mengharap, bebas berteriak tanpa suara. Tapi ini tentang kemungkinan. Dan kemungkinan itulah yang menjadi alasan yang sedang saya pikirkan kebenarannya. Facebook atau Fakebook. Nyata atau maya.
Maya memang dibatasi jarak tapi tidak untuk rasa. Mata tak mampu melewatinya tapi hati, mampu menembusnya hingga ke ujung-ujung syaraf yang kebal. Maya membuat dorman pada nyata. Lima menit lebih lambat dari biasanya. Tombol slow motion tertekan pada nyata dan tak mau berjalan seperti dulu. Gerak dibatasi, pikir terbagi, bicara seperlunya, itu membuat saya sibuk tapi saya masih tak peduli apakah nyata atau maya karena disana adalah kata tanpa suara yang tak perlu berbisik dan bebas berteriak tanpa harus membangunkan malam.

Lalu, ini facebook atau fakebook. Terserah anda.

DI MAYA SAYA HANYALAH KATA TANPA SUARA… DI NYATA KAMU TANPA KATA TANPA SUARA….. itulah mengapa saya menulis ini, facebook atau fakebook. Ini bukan pertanyaan. Hanya pernyataan yang tidak perlu dipikirkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar